19 August 2019

Kegagalan Struktur Bangunan


PROYEK HAMBALANG

Proyek Hambalang

Kasus Hambalang Proyek Hambalang dimulai sekitar tahun 2003. Secara kronologis, proyek ini bermula pada Oktober Tahun 2009. Saat itu Kemenpora (Kementerian Pemuda dan Olah Raga) menilai perlu ada Pusat Pendidikan Latihan dan Sekolah Olah Raga pada tingkat nasional. Oleh karena itu, Kemenpora memandang perlu melanjutkan dan menyempurnakan pembanugnan proyek pusat pendidikan pelatihan dan sekolah olahraga nasional di Hambalang, Bogor. Selain itu juga untuk mengimplementasikan UU Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional. Pada 30 Desember 2010, terbit Keputusan Bupati Bogor nomor 641/003.21.00910/BPT 2010 yang berisi Izin Mendirikan Bangunan untuk Pusat Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional atas nama Kemenpora di desa Hambalang, Kecamatan Citeureup-Bogor. Atas keberlanjutan tersebut, maka Pembangunan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Prestasi Olahraga Nasional mulai dilaksanakan tahun 2010 dan direncanakan selesai tahun 2012.
Peristiwa amblasnya tanah di kawasan Proyek Hambalang pekan mendapat banyak perhatian. Bermula dari hujan yang cukup deras, tiba-tiba tanah di sekitar dua bangunan: Lapangan Indoor dan Power House amblas sedalam 2 hingga 5 meter diikuti dengan rubuhnya dua bangunan tersebut. Proyek akhirnya dihentikan sementara sambil menunggu penyelidikan tanah yang lebih detail dari pihak yang berkompeten untuk mencari penyebab peristiwa ini.
Proyek Hambalang dilaksanakan di Hambalang Desa Citeurep Sentul Kabupaten Bogor Jawa Barat. Kondisi geologi di daerah ini merupakan batuan vulkanik yang mengalami pelapukan, (lapisan lempung dan lanau) yang kemudian terkompaksi melalui proses tekanan dalam jangka waktu yang lama. Batuan lempung tersusun dari lapisan-lapisan tipis sehingga mudah sekali pecah menjadi serpihan-serpihan(=disebut juga shale). Tanah lempung yang terbentuk dari shale dikenal dengan nama clay shale. Ketika dalam kondisi kering, ia menyusut dan mengeras, namun ketika menyerap air, ia akan mengembang dan pada batas tertentu akan kehilangan gaya gesernya sehingga penurunan tanah bisa terjadi tiba-tiba bahkan dengan akibat beratnya sendiri. Dikarenakan oleh sifat kembang-susutnya, tanah clay shale dapat digolongkan sebagai tanah ekspansif (Expansive soil ) atau tanah yang mudah kolaps ( collapsing soil ). Oleh karena itu, jenis lapisan tanah ini kurang cocok sebagai tanah dasar pondasi.
Sejak awal proyek Hambalang diduga diliputi banyak penyimpangan. Selain aroma korupsi yang melingkupinya, kondisi tanahnya yang labil sebenarnya tak cocok untuk konstruksi bangunan bertingkat.
1. Kawasan Cincin Api
Pada bukit Hambalang tak layak dibangun kompleks olahraga. Alasannya, area tersebut berada di jalur ring of fire karna di situ ada Gunung Gede dan Gunung Galunggung, semuanya rangkaian gunung berapi
2. Kontur Tanah
Lahan Hambalang mulanya adalah perbukitan dengan tingkat kemiringan mencapai 45 derajat atau lebih, rencana awal hanya dirancang bangunan dua lantai berbentuk huruf L
3. Rawan Longsor
Jenis tanah di Hambalang itu cleyshale atau tanah ekspansif. Tanah mudah longsor dan mengalami pelapukan
4. Curah Hujan Tinggi
Wilayah Bogor merupakan daerah dengan curah hujan tertinggi di Indonesia. Struktur tanahnya labil akibat guyuran hujan deras disertai petir.
5. Spesifikasi Konstruksi
Diduga kualitas spesifikasi konstruksi bangunan di bawah standar. Hal ini terjadi karena pengerjaan proyek disubkontrakkan hingga beberapa lapis. Subkontraktor diketahui mencapai 17 perusahaan, termasuk PT Dutasari Citralaras, yang mensubkan lagi ke PT Bestido dan PT Kurnia Mutu. 

10 January 2019

Levitating Pondation Help Buildings Resist The Earthquakes ( Gunadarma University Review )


Untuk memenuhi tugas mata kuliah rekayasa gempa, saya mereview artikel dari Spoon Tamago tentang pondasi melayang yang menjadi salah satu inovasi untuk rumah tahan gempa di Jepang. Pada artikel ini konsep yang dikembangakan oleh para ilmuwan Jepang yang akan diiterapkan adalah pondasi bangunan yang akan dibuat melayang.


Sistem kerja dari pondasi melayang ini adalah ketika gempa terjadi maka pondasi bangunan akan dapat terangkat secara otomatis. Dengan penjelasan pada gambar tersebut penulis memberikan ringkasan bahwa: Ketika terjadi gempa bumi, sensor seismik memicu sistem dan dalam sedetik, tangki udara meledakkan lapisan kuat udara terkompresi di antara rumah dan fondasi buatannya. Akibatnya, rumah terangkat dari fondasi dan melayang di udara sekitar 3 sentimeter (sedikit lebih dari satu inci). Ketika goncangan mereda, rumah apung dengan lembut jatuh kembali ke tempatnya.
Saya juga sangat setuju pada pendapat penulis bahwa hal ini sangat terkesan hebat bahwa mereka juga memasarkan teknologinya ke fasilitas yang lebih besar seperti laboratorium dan pabrik yang sering menampung bahan-bahan yang sensitif, halus, dan berpotensi berbahaya. Saya sedang memikirkan pembangkit listrik tenaga nuklir. Jika ada cara untuk menerapkan teknologi ini di bawah 50-an negara pembangkit listrik yang benar-benar akan menjadi sesuatu.
Melihat dari cara kerjanya system ini saya juga merasa dari teknologi ini memiliki hal yg ditakutkan bisa saja terjadi contohnya kalo misalnya sensor seismic terpicu bukan dari gempa bumi misalnya ada truk besar yang lewat dan dalam waktu sedetik rumah kita terangkat kan bisa cape tuh. Meskipun penciptaan Air Danshin Systems Inc., merupakan teknologi yang menjadi solusi dari pemeriksaan gempa yang terjangkau dan perawatan rendah yang harganya sepertiga dari harga sistem lain. Bisa dibilang murah ya lumayan yang penting rumah kembali dengan baik seperti sedia kala saat gempa udah reda ya.
Dengan adanya konsep teknologi seperti pondasi melayang, semoga segera dapat direalisasikan untuk seluruh negara maupun kota yang rawan akan terkena gempa bumi. Mungkin teknologi ini tidak bisa 100% membuat korban atau bangunan terselamatkan, namun paling tidak dengan adanya teknologi canggih yang seperti ini, korban jiwa dan kerugian barang maupun bangunan dapat diminimalisir.

 Author: Johnny 

Nama: Tendri Angkaola
Npm: 16315851
Kelas: 4TA04
Nama Dosen: I Kadek Baguswadana Putra, ST,.MT
Jurusan: Teknik Sipil